twitter
googleplus
facebook
Tips, Trik, Template, Info, dll



EKOSISTEM

EKOSISTEM

A. Pengertian Ekosistem
  • Ekosistem adalah : Kesatuan komunitas dengan lingkungan hidupnya yang membentuk hubungan  timbal balik atau saling ketergantungan, atau
  •  Ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan komponen abiotiknya dalam satu kesatuan tempat hidup
  • Tempat hidup alamiah makhluk hidup disebut habitat
  • Di dalam suatu habitat, selain terdapat berbagai jenis makhluk hidup (komponen biotik), juga terdapat makhluk tak hidup (komponen abiotik : tanah, air, udara, cahaya matahari, suhu dan kelembapan)
  • Setiap makhluk hidup memiliki lingkungan hidup yang sesuai untuk hidupnya, misalnya : ikan dan bunga teratai hidup di air, kaktus hidup di tempat kering, onta hidup di gurun, dll.
  • Ilmu yang mempelajari tentang hubungan tiblak balik antara makhluk hidup dengan lingkungan abiotiknya di sebut Ekologi

B. Tingkatan Dalam Ekosistem
  • Ekosistem tersusun atas tingkatan atau satuan individu, populasi, komunitas, ekosistem dan biosfer
  1. Individu adalah satuan terkecil organisme yang mendiami suatu habitat. Individu menggambarkan sifat tunggal.
  2. Populasi adalah kunpulan individu sejenis yang menempati suatu daerah tertentu. Contohnya populasi kambing
  3. Komunitas adalah seluruh popolasi makhluk hidup di suatu derah tertentu
  4. Ekosistem adalah kesatuan komunitas dengan lingkunagn hidupnya yang membentuk hubuingan timbalbalik atau saling ketergantungan.
  5. Biosfer adalah tempat makhluk hidup berada dan dapat melangsungkan hidupnya
C. Komponen Ekosistem
  • Komponen ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik
1. Komponen biotik
  • adalah komponen berupa makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan, mikroorganisme)
  • Berdasarkan fungsinya komponen biotik dikelompokan menjadi 4 macam, yaitu produsen, konsumen, pengurai, dan detritivor.
  • Produsen adalah :  organisme yang dapat mengolah makanannya sendiri (autotrof), melalui proses fotosintesis, contohnya tumbuhan
  • Konsumen adalah :  Organisme yang megkonsumsi tumbuhan atau hewan lain atau tidak bisa mengolah makanan sendiri (heterotrof). Berdasarkan jenis makanan yang dimakan, konsumen digolongkan menjadi herbivora (hewan pemakan tumbuhan), karnivora (hewan pemakan daging , disebut predator) dan omnivora hewan pemakan segalanya : kucing, ayam , manusia dll
  • Pengurai (dekompuser) adalah  organisme yang menguraikan sisa-sisa organisme untuk memperoleh makanan, contohnya bakteri dan jamur.
  • Detritivor adalah organisme yang memakan partikel organik atau detritus. Detritus merupakan hancuran jaringan hewan atau tumbuhan. Contoh detritivor adalah cacing tanah,sifut, keluwing, binytang laut dan kutu kayu.
2. Komponen abiotik
  • komponen abiotik adalah komponen tak hidup, yaitu komponen fisik dan kimia yang membentuk lingkungan abiotik
  • Contoh komponen abiotik : suhu, cahaya, tanah, air, udara, garam mineral 
D. Saling Ketergantungan  antara komponen biotik dan abiotik
  • Di dalam ekosistem komponen abiotik dapat mempengaruhi komponen biotik atau sebaliknya.
  • Beberapa contoh pengaruh dari masing-masing komponen adalah :
  1. Pengaruh air terhadap makhluk hidup adalah: tanaman untuk tumbuh, manusia dan hewan perlu air untuk minum, mandi dll.
  2. Pengaruh udara terhadap makhluk hidup adalah oksigen untuk bernapas dan CO2 untuk fotosintesis
  3. Pengaruh tumbuhan terhadap tanah dan udara adalah untuk mencegah erosi tanah, dan daun dapat menyerap gas CO2, sereta hasil fotosintesis melepaskan gas CO2
  4. Hewan cacing tanah dapat mempengaruhi kesuburan tanah.
E. Hubungan Saling Ketergantungan antara produsen, konsumen dan pengurai
  1. Rantai Makanan
  • Rantai makanan adalah : peristiwa makan dan dimakan dengan urutan tertentu.
  • Dalam proses makan dan dimakan ini terjadi perpindahan Energi dari produsen ke konsumen dan ke pengurai.
  • Rantai makanan yang di mulai dari tumbuhan hijau yang berperan sebagai produsen, disebut rantai makanan perumput. edangkan rantai makanan yang di mulai dari partikel oeganik hasil hancuran (detritus) di sebut rantai makanan detritus.
  • Contoh rantai makanan adalah detritus : hancuran daun --> cacing tanah-->ayam--> manusia
  • Contoh rantai makanan perumput: padi --> tikus--> ular-->burung elang 
  • Contoh rantai makan di perairan sungai adalah : zat-zat organik --fitoplankton---ikan herbivora---ikan karnivor---bakteri pengurai




2. Jaring Makanan
  • Jaring makanan adalah kumpulan rantai makanan yang saling berhubungan dan membentuk skema mirip jaring. Jadi setiap rantai makanan akan berhubungan dengan rantai makanan yang lain.
  • Peristiwa makan dan dimakan antar organisme dalam suatu ekosistem membentuk struktur tropik yang bertingkat-tingkat.
  • Setiap tingkat tropik merupakan kumpulan berbagai organisme dengan sumber makanan tertentu, yaitu :
  1. Tingkat tropik 1 adalah kelompok organisme autotrop yang disebut produsen. Contohnya tumbuhan hijau dan fitoplankton.
  2. Tingkat tropik 2 adalah kelompok organisme heterotrop yang disebut konsumen primer, yaitu organisme pemakan tumbuhan (herbivor)
  3. Tingkat tropik 3 adalah konsumen sekunder, yaitu organisme pemakan herbivor ( disebut karnovor kecil)
  4. Tingkat tropik 3 adalah konsumen tersier, yaitu organiseme pemakan karnivor kecil )disebut karnivor besar)
  • Contoh jaring makanan :



3. Piramida Ekologi
  • Struktur tropik dapat disusun secara urut sesuai hubungan makan dan dimakan, yang secara umum memperlihatkan bentuk kerucut atau piramid. Gambaran susunan antar tropik dapat disusun berdasarkan kepadatan populasi, berat kering maupun kemampuan menyimpan energi pada tiap tropik yang disebut piramida ekologi.
  • Piramida ekologi berfungsi untuk menunjukan gambaran perbandingan antar trofik pada suatu ekosistem. Pada tingkat pertama ditempati produsen sebagai dasar piramida, selanjutnya konsumen primer, sekunder, tersier sampai konsumen puncak.
  • Agar di dalam ekosistem terjadi keseimbangan, maka jumlah produsen harus lebih banyak dari konsumen 1, konsumen 1 harus lebih banyak dari konsumen 2 dan seterusnya. Jika produsen mengalami penurunan, maka konsumen 1 juga aakan berkurang dan seterusnya.


  • Ada 3 macam piramida ekologi, yaitu piramida jumlah, piramida biomasa, dan piramida energi.
  1. Piramida Energi adalah piramida yang menggambarkan hilangnya energi pada saat perpindahan energi makanan disetiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem.
  2. Piramida biomassa yaitu piramida yang mengambarkan berkurangnya transfer energi pada setiap tingkat tropikmdalam suatu ekosistem.
  3. Piramida jumlah adalah piramida yang menggambarkan jumlah individu pada setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem. Agar ekosistem terjadi keseimbangan, maka jumlah produsen harus lebih besar dari konsumen satu, dan seterusnya. Jika jumlah produsen mengalami penurunan , maka konsumen 1 juga akan berkurang dan serusnya.
piramida energi
piramida biomassa


piramida jumlah

F. Aliran Energi
  • Setiap organisme melakukan pemasukan dan penyimpanan energi.
  • Sumber utama energi bagi kehidupan adalah energi cahaya matahari.
  • Energi cahaya matahari masuk ke dalam tumbuhan (produsen), kemudian diubah menjadi energi kimia, lalu mengalir dari produsen ke konsumen pada berbagai tingkat tropik melalui jalur rantai makanan.
  • Energi yang masuk kemudian disimpan  digunakan untuk kegiatan hidupnya sehingga dapat tumbuh dan berkembang.
  • Aliran energi dalam ekosistem mengalami tahapan proses sebagai berikut :
  1. Energi yang masuk ke ekosistem berupa energi matahari, energi matahari yang sampai pada tumbuhan hanya setengahnya yang digunakan untuk fotosintesis, kemudian sekitar 1-5 % diubah menjadi energi kimia (makanan), sisanya keluar dari sistem berupa panas, atau dipakai untuk respirasi.
  2. Melalui rantai makanan dan jaring makanan, energi akan berpindah lagi, dan setiap terjadi aliran energi, maka akan terjadi kehilangna energi sehingga energi berkurang atau menurun kearah tahapan berikutnya dari rantai makanan.Biasanya herbivor menyimpan 10% energi yang dikandung tumbuhan, karnivor menyimpan sekitar 10% energi yang dikandung hewan yang dimangsanya.

  •  Siklus Materi (Daur Biogeokimia)
  • Dalam suatu ekosistem, meskipun energi kimia sebagian besar hilang pada setiap tingkat tropik, tetapi materi pada setiap tingkat tropik tidak hilang.
  • Materi berupa unsur-unsur penyusun bahan organik  akan di daur ulang di alam.
  • Daur ulang tersebut melibatkan makhluk hidup (pengurai) dan batuan (geofisik), sehingga disebut daur biogeokimia.
  • Perputaran materi atau zat dari suatu tempat ketempat lain, kemudian kembali lagi ketempat semula disebut siklus materi atau zat.
  • Berikut akan dijelaskan daur air, karbon, nitrogen, fosfor dan sulfur.
  1. Daur Air

Keterangan :
  •  Air dari seluruh permukaan bumi menguap (melalui proses transpirasi dan evaporasi)
  • Uap air mengalami proses kondensasi menjadi awan (kondensasi artinya mengalami perubahan wujud dari uap menjadi titik-titik air karena pendinginan)
  • Awan kemudian ditiup oleh angin, dan jatuh sebagai hujan 
  • Jika hujan jatuh di darat, maka air akan meresap ke dalam tanah, kemudian kembali lagi ke laut, melalui sungai atau saluran air.
2. Daur Karbon
       Keterangan :
  • Di atmosfir karbon dioksida berbentuk gas (CO2)
  • Konsentrasi normal CO2 di atmosfir adalah 0,03%.
  • Gas CO2 di alam dihasilkan oleh tumbuhan dan hewan dari hasil pernapasan, semua proses pembakaran, dikerak bumi dalam bentuk batu bara dan minyak bumi, di perairan dihasilkan dari pernapasan organisme air dan cangkang moluska yang sudah mati .
  • Organisme yang memanfaatkan CO2 adalah semua jenis tumbuhan untuk berfotosintesis
  • Daur carbon melibatkan dua proses yang bersaing, yaitu fotosintesis dan pernafasan
  • Reaksi fotosintesis : CO2 + H2O ------> C6H12O6 + O2
  • Reaksi pernafasan : C6H12O6 +O2 ------> CO2 + H2O + Energi
  • Jika gas CO2 yang dihasilkan di bumi terlalu banyak dan cepat, tidak seimbang dengan laju fotosintesis , maka akan menyebabkan kerusakan di bumi yang di kenal dengan global warming
3. Daur Nitrogen

Keterangan :
  • Unsur Nitrogen di atmosfir sebagian besar dalam bentuk gas Nitrogen (N2)
  •  N2 dari udara akan diikat ( proses fiksasi ) oleh mikroorganisme. Hanya sedikit organisme yang dapat memanfaatka nitrogen dalam bentuk N2. Organisme yang dapat mengikat (fiksasi) nitrogen adalah bakteri seperti Azotobacter (airob), Clostridium (anairob), dan Rhizobium yang di ubah menjadi amoniak melalui proses amonifikasi.
  • Amoniak kemudian dirombak oleh bakteri nitrit (nitrosumonas dan nitrosucoccus) menjadi ion nitrit (NO2)
  • Ion nitrit kemudian dirombak oleh bakteri nitrat (nitrobacter) menjadi ion nitrat (NO3)
  • Ion nitrat akan di serap oleh tumbuhan, dan digunakan oleh bakteri tanah untuk memperoleh oksigen
  • Ion nitrat mengalami denitrifikasi menjadi nitrogen dan kembali ke atmosfir
  • Bakteri denitrifikasi adalah kelompok bakteri yang memiliki kemampuan untuk melakukan reaksi reduksi senyawa nitrat (NO3) menjadi senyawa nitrogen bebas (N2)
G. Hubungan Saling Ketergantungan (interaksi)
  • Hubungan antara makhluk hidup membentuk berbagai pola kehidupan,yaitu simbiosis
  • Simbiosis adalah hidup bersama antara dua spesies yang berbeda
  • Simbiosis terbagi menjadi tiga, yaitu mutualisme,komensalisme dan parasitisme.
  1. Mutualisme terjadi jika dua spesies hidup bersama dan saling menguntungkan satu sama lain. Contoh ganggang hijau biru dan jamur membentuk lichenes (lumut kerak), kumbang dan bunga, ikan badut dan anemon laut.
  2. Komensalisme jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan spesies lain tidak dirugikan dan tidak diuntungkan. Contoh anggrek menempel pada pohon.
  3. Parasitisme terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan spesies lain dirugikan. Terdiri dari ektoparasit yaitu organisme parasit yang menempel pada tubuh inangnya, contohnya kutu daun,benalu dan nyamuk. Endoparasit yaitu organisme parasit yang hidup dalamtubuh inangnya, contohnya cacing perut, bakteri paru-paru dan plasmodium.
H. Tipe- Tipe Ekosistem 
  • Tipe-tipe ekosistem secara umum terbagi menjadi 3, yaitu ekosistem air (akuatik), ekosistem darat (terestrial) dan ekosistem buatan.
  1. Ekosistem air (aquatik), terbagi menjadi 3, yaitu
          a.) Ekosistem air tawar, terbagi menjadi :
  •  Ekosistem air tawar lotik (air berarus/mengalir), salinitas rendah, banyak cahaya matahari, contohnya sungai.
  • Ekosistem air tawar lentik (air tidak berarus/tidak mengalir), contoh danau, kolam dan rawa              



        b). Ekosistem Laut , terbagi menjadi :
  • Pantai pasir : terdapat vegetasi pes caprae (spinifex dan pandan), barringtonia (ketapang dan sukun)
  • Pantai batu : terdapat padang lamun, yaitu tumbuhan makanan duyung
  • Terumbu karang : hanya tumbuh pada iklim tropis dan sub-tropis, memerlukan daerah perairan alami
  • Laut dangkal :  sinar matahari masih cukup banyak, dan makhluk hidup berpariasi
  • Laut dalam : sinar matahari sedikit, bahkan tidak ada, makhluk yang tinggal dilaut dalam biasanya memiliki tubuh yang berpendar atau memiliki alat penerangan di atas kepalanya.
         c). Estuari (ekosistem air payau), terdapat hutan mangrove (bakau), banyak crustasea dan ular.


2. Ekosistem darat (terestrial) : terbagi menjadi 7 bioma, yaitu :
  •  Bioma hutan hujan tropis: terdapat di khatulistiwa, curah hujan tinggi,  pohon tinggi dan rimbun, terdapat juga tumbuhan paku dan anggrek, hewan, monyet, urang utan, burung dll.

  

  • Bioma savana : disekitar khatulistiwa, curah hujan rendah, vegetasi rumput, semak dan pohon yang tumbuh terpencar
  • Bioma padang rumput : vegetasi di dominasi oleh  rumput, sedangkan hewan terdapat kelinci,tupai tanah 
  • Bioma gurun : curah hujan rendah, perbedaan suhu siang dan malam tinggi, vegetasi kaktus, kurma  (tumbuhan xeropit, yaitu tumbuhan kering , akar sangat panjang, daun beduri, batang menyimpan air daun tertutup kutikula)
  •  sedangkan hewan onta, serangga dan kadal
  • Bioma hutan gugur : terdapat di daerah sub tropis yang mengalami pergantian musim panas dan dingin , curah hujan sedang. pohon akan menggugurkan daunnya menjelang musim gugur
  • Bioma taiga, terdapat di wilayah utara hutan gugur subtropis dan juga di pegunungan tropis. ciri musim dingin yang panjang . hujan turun hanya pada musim panas . vegetasi hutan pinus (konifer) yang selalu hijau, hewan rusa, serigala, beruang, burung
  • Bioma tundra, terdapat di dekat kutub utara, vegetasi berupa lumut daun, perdu, tidak terdapt pohon, hewan kelinci, serigala, rusa, domba, burung hantu


    3. Ekosistem buatan : ekosistem yang dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya, contoh bendungan, hutan tanaman industri, dan perkebunan kelapa sawit



I. SUKSESI

  • Suksesi adalah : suatu proses perubahan yang berlangsung secara teratur pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula.
  • Terjadi perkembangan dari ekosistem tidak seimbang menjadi ekosistem seimbang (homeostasis)
  • Akhir proses suksesi akan terbentuk komunitas klimaks
  • Komunitas klimaks adalah  suatu komunitas terakhir  dan stabil (tidak berubah) yang mencapai keseimbangan dengan lingkungannya (homeostatis).
  • Suksesi di bedakan menjadi 2, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder
  1. Suksesi primer adalah : suksesi yang terjadi bila komunitas awal terganggu, yang mengakibatkan hilangnya komunitas asal secara total, sehingga akan terbentuk komunitas baru. Gangguan bisa terjadi secara alami ( tanah longsor, letusan gunung berapi,dll) ataupun oleh perbuatan manusia (penambangan batu bara, minyak bumi dll). Contoh suksesi di Gunung Krakatau yang meletus 1883, organisme pertama yang muncul adalah spesies pionir (liken/lumut kerak), liken yang mati akan diuraikan oleh pengurai, dan lama kelamaan akan terbentuk tanah yang subur, kemudian akan di tumbuhi oleh biji-bijian yang akhirnya akan tumbuh dengan subur, dan akan terbentuk hutan kembali dengan berbagai makhluk hidup di dalamnya, sehingga terbentuklah komunitas klimaks, dan ekosistem kembali mencapai keseimbangan.
  2. Suksesi sekunder adalah : suksesi yang terjadi bila suatu komunitas mengalami gangguan, dimana gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme, sehingga substrat lama dan kehidupan masih ada. Gangguan secara alami ( banjir, kebakaran, angin kencang dll) ataupun olehperbutan manusia (penebangan hutan, pembakaran lahan, ladang berpindah dll). Jika daerah tersebut ditinggalkan atau didiamkan saja, maka akan terjadi suksesi kembali, yaitu akan ditumbuhi lagi oleh rerumputan baru, perdu dan pohon-pohon.









                                                                  



Daftar rujukan gambar:

PENCEMARAN LINGKUNGAN

Link Download : DOWNLOAD

PENCEMARAN LINGKUNGAN

  1. Polusi atau pencemaran lingkungan adalah :
  • Masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kwalitas lingkungan turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi ssuai dengan peruntukannya (UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No.4 Th 1982)
  • Pencemaran merupakan perubahan yang tidak diinginkan pada lingkungan yang meliputi udara, darata, dan air, baik secara fisik, kimia ataupun biologi.
  • Makhluk hidup, zat, energi atau bahan yang mengakibatkan pencemaran disebut Polutan
  •  Suatu zat dapat disebut polutan apabila :
  1. Jumlahnya melebihi jumlah normal, misalnya CO2 dengan kadar 0,033% bermanfaat bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat memberi efek merusak.
  2. Berada pada waktu yang tidak tepat
  3. Berada pada tempat yang tidak tepat
  • Sifat Polutan adalah :
  1. merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi
  2. merusak dalam jangka waktu lama, contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah, akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb akan terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak

  • Berdasarkan sifat zat pencemarnya, sumber pencemaran lingkunga dibedakan menjadi :                                                                                                                                                                                                            

  1. Pencemaran fisik adalah pencemaran yang disebabkan oleh benda cair, benda padat dan gas seperti kaleng, plstik, kaca, botol dll.
  2. Pencemaran kimia adalah pencemaran yang disebabkan oleh zat kimia, seperti seperti senyawa logam (nikel, kadmium, Hg), detergent, DDT, dll.
  3. Pencemaran biologis adalah pencemaran yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti  Salmonella typhosa
  • Macam-macam Pencemaran : Pencemaran dapat dibedakan berdasarkan tempat terjadinya,bahan pencemarnya dan tingkat pencemaran
  • Menurut tempat terjadinya, pencemaran digolongkan menjadi , yaitu pencemaran udara, air , tanah , dan pencemaran suara

Pencemaran Udara


  • Pencemaran Udara : pencemar udara dapat berupa gas dan partikel, seperti SO2 dan NO2, radiasi bahan radioaktif, CO dan CO2, dan CFC2 .
  1. Partikel SO2(sulfur dioksida) atau dikenal dengan belerang dan NO2  (Nitrogen dioksida), kedua partikel ini  dihasilkan dari pembakaran mesin kendaraan serta pembangkit listrik tenaga diesel dan batubara , gas tersebut bereaksi dengan udara membentuk asam, kemudian beraksi dengan uap air membentuk asam sulfat, Uap air yang mengandung asam kemudian jatuh sebagai hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada pernapasan, perubahan morfologi tumbuhan dll,
  2. Radiasi bahan radioaktif, misalnya nuklir yang meledak, materi radiokatif masuk ke dalam atmosfir dan jatuh di bumi, materi ini akan terakumulasi di tanah, air, hewan, tumbuhan dan manusia, efeknya dalam taraf tertentu dapat menyebabkan mutasi, kelainan gen bahkan kematian 
  3.  Gas Karbon monoksida (CO), tidak berwarna dan tidak berbau, merupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin yang sudah tua. Gas CO memiliki daya afinitas yang tinggi terhadap Hb dan bersifat racun.
Gas Karbon dioksida (CO2), dalam udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat menggangu pernapasan. Selain itu gas CO2 yang terlalu berlebihan di bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas. Pemanasan global (global warming) di bumi akibat CO2 disebut juga Efek rumah kaca (greenhouse effect). Efek rumah kaca ????, apa sich ...??

Efek rumah kaca terjadi karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfir. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya serta proses pernafasan seluruh makhluk hidup, yang melampaui kemampuan tumbuh-tumbuhan untuk menyerapnya.

Energi matahari yang masuk ke bumi :


  • 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfir
  • 25% diserap awan
  • 45% diserap permukaan bumi
  • 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan , gas CO2 dan gas lainnya,untuk dikembalikan kepermukaan bumi. Akibatnya Semakin hari planet bumi menunjukan peningkatan suhu yang signifikan. Kita sebagai penghuni planet bumi, enggak mau donk kalau bumi semakin panas, karena efek dari pemanasan  global adalah es dikutub bisa mencair lho

 Ada beberapa cara untuk mengurangi pemanasan global , yaitu :  Menanam Pohon, Menggunakan Tekhnologi Ramah Lingkungan dan  Hemat listrik.

  1. ) Menanam Pohon : Coba kamu lihat sekelilingmu, adakah pohon-pohon disekitarmu? ayo kita mulai mengurangi pemanasan bumi ini dengan menanam pohon. Selama proses fotosintesis, pohon akan menyerap CO2 yang jumlahnya saat ini udah banyak dan merugikan . Menurut data hasil studi yang dimuat jurnal Nature Climate Change, selama tahun 2012 emisi gas CO2 global mencapai 35,6 milyar ton atau naik 2,6 persen dari tahun 2011 dan 58 % di atas level emisi  tahun 1990 (satu negeri.com). Sudah terlalu tinggikan ?, sebagai penghuni di bumi ini, tentu kita harus menjaga kelestariannya, oke !..  Coba kita amati reaksi kimia fotosintesis : CO2 +H2O -------- C6H12O6 + O2, dari reaksi ini dapat dikatakan pohon dapat meningkatkan kadar oksigen di udara dan pohon sebagai pembersih alami karena mengikat gas CO2 yang dapat mengurangi pemanasan global, pohon yang mampu meyerap CO2 empat kali lebih banyak dari pohon lainnya adalah pohon bambu. Jadi jangan lupa bambu harus ditanam lho!
  2. ) Menggunakan Tekhnologi Ramah Lingkungan : Seiring dengan kemajuan jaman para produsen sudah mulai membuat peralatan tekhnologi yang ramah lingkungan, seperti lampu hemat energi,mobil bertenaga matahari dan server eco friendly.
  3. ) Hemat Listrik:  Berapa banyak peralatan elektronik kita yang tersambung ke listrik namun tidak digunakan? Mulai sekarang matikan semua peralatan elektronik yang lagi hidup tapi tidak digunakan. Matikan lampu, buka jendela, gunakan cahaya matahari untuk sianghari. Penggunaan listrik yang berlebihan akan mengakibatkan semakin tipisnya persediaan minyak bumi, dan bumi yang kita huni ini akan semakin panas.
  4. Kloro fluoro karbon (CFC), berasal dari produk pendingin ruangan, lemari es, proses pembuatan plastik atau karet busa, dan aerosol (gas penyemprot). Jika CFC sampai ke lapisan stratosfer, maka akan berikatan dengan ozon (O3), yang menyebabkan terurainya molekul ozon,sehingga lapisan ozon semakin menipis. Lapisan ozon berfungsi menahan radiasi ultraviolet matahari. Sinar  ultraviolet (UV) dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia, seperti kangker kulit ,mata (katarak), merusak tanaman pertanian dll. Saat ini di atas Antartika dan di Kutup Utara, lapisan ozon sudah mengalami penipisan. Ayo..., kita selamatkan lapisan ozon di atmosfir bumi kita, kalau bukan kita siapa lagi ...??

Pencemaran  Air

  • Pencemaran air adalah : penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal (Michael,1990). Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar , yaitu : limbah rumah tangga,  industri,  pertanian dan pertambangan.
  1. Limbah Rumah Tangga : berupa deterjen, kotoran dan sampah. Di bawah ini adalah kondisi sungai citarum, Jawa Barat (1990), yang dianggap sebagai sungai paling tercemar di dunia. Kondisi ini akan menyebabkan sungai banyak bakteri dan virus yang dapat menimbulkan penyakit, juga akan menyebabkan sungai kekurangan oksigen. Kadar oksigen di air tidak boleh kurang dari 5 mg/liter, karna akan menimbulkan kematian biota air, seperti ikan.
  2. Limbah industri : berupa sampah dan limbah cair seperti Pb, Hg, Zn,Cr,Cu,Ni, zat ini dapat terakumulasi dan bersifat racun pada makhluk hidup. Misalnya Mercuri (Hg) yang terakumulasi pada ikan, kemudian ikan dimakan oleh manusia dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Di daerah perkotaan limbah industri merupakan limbah yang terbanyak menimbulkan pencemaran.
  3. Limbah Pertanian : berupa pupuk buatan, pestisida dan herbisida. Bahan ini dapat meracuni organisme air seperti plankton dan ikan. Pestisida akan terakumulasi dalam tubuh ikan dan terbawa dalam rantai makanan sampai ketingkat tropik yang lebih tinggi (manusia), yang dapat menyebabkan berbagai kerusakan organ ginjal, jantung, saraf dan dapat menimbulkan kangker. Sedangkan penggunaan pupuk buatan akan menimbulkan Eutrofikasi yaitu penimbunan mineral/ zat-zat hara di perairan yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga maupun enceng gondok (blooming). Jika alga dan enceng gondok mati akan membutuhkan banyak oksigen untuk menguraikannya. Akibatnya  perairan tersebut akan mengalami kondisi kekurangan oksigen dan mendorong kehidupan orgnisme anairob.
  4. Limbah Pertambangan : berupa tumpahan minyak bumi, dan logam berat dari aktivitas para penambang. Salah satu bahan pencemar di laut  adalah tumpahan minyak bumi , akibat kecelakaan kapal tanker yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukaan koordinasi berbagai pihak dan membutuhkan  biaya besar. Bila terlambat penanggulangannya, kerugian manusia semakin banyak, dan secara ekologis dapat mengganggu ekosistem laut. Selain itu aktivitas para penambang yang menggunakan logam berat atau zat kimia seperti Hg yang limbahnya terlarut di perairan sungai juga sudah sangat memprihatinkan. Perhatikan kondisi perairan di Sungai Sekonyer (Kumai, Kalimantan Tengah) dulu dan sekarang. Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air, dan semakin meningkat akumulasinya pada organisme pemangsa yang lebih besar.










Pencemaran Tanah

  • Pencemaran tanah berasal dari limbah rumah tangga, kegiatan pertanian dan pertambangan



  1. Limbah rumah tangga : berupa sampah-sampah plastik,botol,karet sintesis, pecahan kaca, kaleng ,sisa bahan makanan dan detergen. Sampah dalam  jumlah banyak, akan sangat mencemari tanah, karena tanah tersebut akan mengandung bakteri penyebab penyakit, dan juga akan mempengaruhi kwalitas air tanah sehingga terjadi perubahan fisik air, seperti berasa, berwarna, berbau bahkan terdapat lapisan seperti minyak. Sampah plastik dan logam sulit terurai, sehingga berpengaruh pada kemampuan tanah untuk menyerap air. Sedangkan  detergen bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan), sehingga dapat mematikan organisme tanah dan air.
  2. Limbah pertanian berupa penggunaan pupuk buatan, pestisida dan herbisida dapat mencemari tanah. Pupuk buatan secara berlebihan membuat tanah menjadi asam, yang akan berpengaruh pada prosuktivitas tanaman, yaitu tanaman menjadi layu dan akhitnya mati. Pestisida dan herbisida sulit terurai dan bertahan lama dalam tanah. Residu pestisida DDT (dikloro difenil trikloroetana) dapat membunuh mikroorganisme yang penting untuk pembusukan, sehingga kesuburan tanah terganggu. Selain itu zat-zat pencemar tanah tersebut akan terbawa air hujan  dan mencemari sungai
  3. Limbah pertambangan : berupa penggunan mercuri (Hg) untuk memisahkan emas dari bijinya, mercuri merupakan bahan berbahaya dan beracun yang dapat mematikan tumbuhan, organisme tanah dan manusia.
Pencemaran Suara

  • Pencemaran suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, ledakan, deru mesin pabrik, radio/tape recorder, peneras suara yang berbunyi keras.
  • Bunyi yang dapat menggangu dan merusak pendengaran manusia disebut kebisingan. Kebisingan terjadi bila intensitas bunyi melampaui 50 desibel (dB).
  • Apabila kebisingan terus menerus kita alami, maka akan menyebabkan cacat pendengaran (ketulian), sehingga bunyi dianggap sebagai bahan pencemar serius bagi manusia
  • Bunyi suara ledakan yang sangat keras dengan tingkat intensitas melebihi 150 dB dapat menyebabkan sensasi dering yang disebut Tinnitus, dan dapat merusak pendengaran secara permanen
  • Nagi (1993), menemukan bahwa tingkat kebisingan diproduksi oleh peralatan rumah tangga yang kadang-kadang mencapai 97 dB
  • Kebisingan yang berlebihan bisa membawa beberapa efek buruk seperti perasaan jengkel, gangguan tidur, stres mental, sakit kepala, kurang daya konsentrasi, penyakit jantung, hipertensi, gangguan motorik dan sensorik.
LIMBAH DAN DAUR ULANG LIMBAH
  • Pengertian Limbah
  1. Limbah adalah : benda yang dibuang, baik yang berasal dari alam ataupun dari hasil proses tekhnologi. limbah dapat berupa tumpukan barang bekas, sisa kotoran hewan, tanaman atau sayuran.
  2. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang keberadaannya pada suatu saat dan tempat  tertentu  tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis 
  • Jenis-jenis limbah : Limbah dapat dikelompokan berdasarkan sunbernya, sifatnya dan karakteristiknya
  • Berdasarkan sumbernya limbah dikelompokan menjadi :
  1. Limbah organik yang mudah busuk (sampah basah), yaitu sampah yang bisa mengalami pelapukan dan terurai dengan cepat karena memiliki kandungan air cukup tinggi ex : sisa sayuran, kotoran hewan, sisa dedaunan, sisa makanan
  2. Limbah organik yang tidak mudah busuk (sampah organik kering) yaitu sampah organik yang kandungan airnya kecil, ex : kertas dan kayu
  3. Limbah anorganik, yaitu terdiri dari bahan sulit terurai secara biologis (nondegradable), sehingga penghancuran membutuhkan waktu yang sangat lama. Limbah ini berasal dari sumber daya alam tak terbarui, seperti mineral dan minyak bumi, atau proses industri. ex : plastik, pecahan kaca, botol, kater, besi
  4. Limbah berbahaya, ex : paku, bekas lampu neon, baterai bekas, oli bekas, sisa racun tikus dan serangga,obat kada luwarsa


  • Berdasarkan sifatnya, limbah di bedakan menjadi dua :
  1. Limbah yang dapat mengalami perubahan secara alami (biodegradable waste = mudah terurai),yaitu limbah yang dapat mengalami dekomposisi oleh bakteri dan jamur, ex ; daun, sisa makanan,kotoran  , kertas, dll.
  2. Limbah yang tidak akan/sangat lambat mengalami penguraian secara alami (nondegredable  waste = tidak dapat terurai) ex : plastik, kaca, kaleng, dan styrofoam/gabus. Styrofoam merupakan sebuah monomer hidrocarbon cair yang dibuat secara komersial dari minyak bumi
  • Berdasarkan karakteristiknya, limbah dapat digolongkan menjadi 4 macam, yairu :
  1. Limbah cair (sisa dari hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair , PP 82/2001)
  2. Limbah padat
  3. Limbah gas dan partikel (asap,hidrocarbon, SO2, NO2,CO )
  4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

DAUR ULANG LIMBAH
  • Daur ulang adalah : proses untuk menjadikan bahan bekas atau barang yang sudah tidak digunakan lagi menjadi bentuk lain atau bentuk baru untuk mencegah adanya sampah
  • Tujuan daur ulang adalah :
  1. Mengurangi sampah anorganik
  2. Mendapatkan penghasilan karena dapat dijual
  3. Mengurangi penggunaan sumber daya alam
  4. Melestarikan kehidupan makhluk hidup yang terdapat di suatu lingkungan tertentu
  5. Menjaga keseimbanhgan ekosistem
  • Jenis Limbah yang dapat di daur ulang 
  1. Kertas, bahan baku kertas adalah serat kayu atau pohon. semua jenis kertas dapat didaur ulang
  2. Gelas, botol, piring, dapat di daur ulang menjadi gelas, botol dan piring baru
  3. Kaleng bekas makanan dan minuman dapat dimanfaatkan kembali sebagai kaleng pengemas. Kaleng terbuat dari baja (fe) yang dilapisi timah putih tipis (aluminium), bauksit, silica dan kapur
  4. Plastik, Plastik terbuat dari hidrocarbon yang terkandung di dalam minyak bumi. limbah plastik dapat dilarutkan dan diproses kembali menjadi bahan pembungkus.
  • Jenis Limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa proses daur ulang
  1. Ampas tahu : untuk makanan ternak
  2. Eceng Gondok : untuk membuat bahan kerajinan, seperti tas
  3. Sampah organik seperti dedaunan dan kotoran ternak untuk pembuatan kompos atau pupuk organik. Tahapan pengomposan adalah : pemilahan, pencetakan (penyusunan tumpukan), pembalikan,penyiraman, penyaringan. Pembalikan bertujuan agar suhu dan proses perombakan merata. Kompos yang sudah matang memiliki ciri tidak berbau dan berwarna coklat atau hitam. Untuk mempercepat proses fermentasi pengomposan dapat dilakukan dengan penggunaan EM4. EM 4 berfungsi untuk menghilangkan bau dan mempercepat pematangan pengomposan.  Pembuatan kompos merupakan suatu langkah untuk mengurangi  sampah. Ada 6 langkah dalam kelestaruian lingkungan :                                                                                                        
  1. Reuse (Memanfaatkan ulang), yaitu menggunakan kembali barang bekas tanpa pengolahan bahan untuk tujuan yangsama atau berbeda dari asalnya. Ex : penggunaan plastik/kertas, botol minuman diisi kembali, ban bekas untuk kursi atau pot bunga dll. Salah satu perusahaan terkemuka di dunia hardware komputer yang berhasil membuat katrid inkjet dari plastik botol air minum dan telah dipasarkan adalah perusahaan HP
  2. Recycle
    Mengolah kembali (recycle), yaitu kegiatan yang memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk digunakan lebih lanjut.Contohnya, kertas atau sampah bekas, pecahan-pecahan gelas atau kaca, besi atau logam bekas dan sampah organik yang berasal dari dapur atau pasar dapat didaur ulang menjadi kompos (pupuk). Limbah kertas dapat di daur ulang menjadi gambar media pembelajaran, bunga, bingkai foto dll.
    Proses daur ulang ini juga dapat mengubah sampah menjadi energi panas yang dikenal dengan proses insenerasi. Insenerasi sederhana sudah ada yang melakukan oleh beberapa industri misal di Jakarta, yaitu menggunakan limbah padat dalam bentuk lumpur hasil akhir pengolahan air limbahnya tidak dibuang ke tanah tetapi digunakan sebagai bahan bakar setelah mengalami pengeringan.  Sedangkan      Substansi cair yang dihasilkan oleh berbagai macam sampah dalam proses pembusukannya disebut Lindih
  3. Reduce
    Mengurangi (reduce), adalah semua bentuk kegiatan atau perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah.
    Misalnya, ibu-ibu rumah tangga kembali kepola lama yaitu membawa keranjang belanja ke pasar. Dengan demikian jumlah kantong plastik yang di bawa ke rumah akan berkurang (terreduksi). Selain itu bila setiap orang menggunakan saputangan daripada tissue, di samping akan mengurangi sampahnya, dengan tidak menggunakan tissue dapat terjadi penghematan terhadap bahan baku untuk tissue, yang tidak lain adalah kayu dari hutan. Kalau setiap orang melakukan hal tersebut beberapa ton sampah yang akan terreduksi per bulan dan beberapa hasil hutan dapat terselamatkan.
  4. Replace
    Menggantikan dengan bahan yang bisa dipakai ulang (replace), adalah upaya mengubah kebiasaan yang dapat mempercepat produksi sampah, terutama sampah yang mempunyai sifat sukar diolah dan berbahaya.
  5. Refill. yaitu mengisis kembali wadah-wadah produk yang dipakai
  6. Repair, artinya melakukan pemeliharaan atau perawatan agar tidak menambah produksi limbah
ETIKA LINGKUNGAN
  • Lingkungan adalah : segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan.
  • Etika lingkungan adalah : kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungan. Misalnya, hormat, peduli, tanggung jawab, tidak merusak alam dll.
  • Mengapa etika lingkungan harus kita lakukan ???...., salah satu jawabannya adalah karena alam kita ini memiliki sumber daya (SDA). Sumber daya alam ada yang dapat diperbarui ( tumbuhan, hewan dan air), dan ada yang tidak dapat diperbarui (minyak bumi ,logam dan mineral). Tumbuhan dapat ditanam kembali, hewan dapat diternak lagi, air sumbernya di alam berlimpah. Jadi tidak akan habis selama manusia melestarikannya. Sedangkan minyak bumi, logam dan mineral seperti pasir, bebatuan, suatu saat dapat habis dan manusia tidak dapat membuatnya kembali, karena terbentuknya di alam membutuhkan waktu yang lama banget, bahkan berjuta juta tahun lamanya.Jadi karena kemampuan untuk regenerasinya sangat terbatas, maka manusia harus memanfaatkan SDA secara arif dan bijaksana, sehingga SDA dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama 
  • Salah satu contoh sikap etika lingkungan adalah cara menanggulangi Pembuangan Sampah di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah
Peduli Lingkungan dengan Menabung Sampah
Saatnya warga Kabupaten Kotawaringin Barat meningkatkan kepedulian  mengelola sampah dengan baik dan benar. Pemerintah kabupaten Kotawaringin Barat telah menyediakan bank sampah untuk menampung sampah yang bisa di daur ulang. Bank sampah telah diresmik Wakil Bupati Bambang Purwanto di aula kantor Bupati  (18/10/2012). " Bank sampah untuk di Kobar sangat dibutuhkan. Sanpah yang selama ini menjadi penyebab timbulnya penyakit, sekarang justru dapat menghasilkan uang. Dengan adanya bank sampah ini, masyarakat dapat memilah-milah sampah organik maupun  anorganik. Sampah yang dapat difungsikan dapat dititipkan di bank sampah. Meski namanya bank sampah bukan semua sampah bisa diterima. Sebelum masuk ke bank sampah warga harus memilah -milah sampah, seperti plastik dan sampah yang sifatnya dapat di daur ulang yang akan diterima oleh bank sampah".
Semoga dengan diprogramkannya pengelolaan sampah ini, lingkungan kita menjadi bersih, sehat dan nyaman. Karena sampah rumah tangga yang sering di buang warga di pinggiran jalan, kalau tidak ditangani dengan baik, akan menjadi permasalahan yang komplek sepanjang kehidupan ini. Masalah yang dapat timbul akibat TPA (tempat pembuangan akhir) yang tidak terkontrol yaitu : akan menjadi tempat yang menarik bagi berbagai binatang seperti kecoa, tikus, dan menjadi sumber organisme penyebar penyakit, seperti bakteri, virus dan jamur.

Kita harus menyayangi bumi kita, karena bumi merupakan tempat kita tinggal  dan seluruh makhluk hidup.
Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson (1970), telah mencanangkan hari pengamatan tentang bumi, yang tiap tahun diperingati setiap tanggal 22 April secara internasional, yang di kenal dengan Hari Bumi. Hari bumi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet bumi tempat tinggal manusia di bumi.















KINGDOM ANIMALIA (DUNIA HEWAN)

KINGDOM ANIMALIA (DUNIA HEWAN)
  • Kingdom animalia adalah organisme yang memiliki ciri eukaryotik, multiseluler, tidak memiliki klorofil dan dinding sel, hidup heterotrof (memperoleh makanan dari organisme lain), dan  dapat bergerak pindah tempat/bebas untuk memperoleh makanan dan mempertahankan hidupnya,
  • Kingdom animalia terdiri dari kelompok invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) dan vertebrata (hewan bertulang belakang). 
  • Pembagian kelompok hewan ini berdasarkan adanya : penyokong tubuh (notocord), tulang belakang (vertebrae), jenis rongga tubuh, sistem tubuh, otot dan pergerakan serta penutup tubuh.
  • Terkait hal tersebut beberapa istilah yang berhubungan dengan dunia hewan, yaitu :
  1. parazoa (tubuh tidak memiliki jaringan)
  2. eumetazoa (tubuh sudah memiliki jaringan)
  3. Simetri radial (jika hewan dipotong melalui sumbu pusat hewan, ke arah manapun akan membagi tubuh hewan menjadi 2 atau lebih bagian yang sama. Hewan ini hanya memiliki tubuh dorsal/bagian atas dan ventral/bawah, dan tigak memiliki bagian anterior/depan dan posterior/belakang).
  4. Simetri bilateral (jika dopotong melalui sumbu pusat hewan, atau jika di ambil garis memotong lewat mulut dan anus, akan di dapatkan bagian yang sama antara sisi kiri dan sisi kanan. (lihat gambar di atas) 
  5. Lapisan embrional adalah lapisan yang terbentuk saat perkembangan embrio, yang akan berdeferensiasi membentuk jaringan atau organ tubuh.
  6. Lapisan embrional terdiri dari la[pisan ektoderm (luar), mesoderm (tengah),endoderm (dalam).
  7. Dipoblastik adalah hewan yang memiliki dua lapisan embrional.
  8. Tripoblastik adalah hewan yang memiliki tiga lapisan embrional.
  9. Selom adalah rongga tubuh
  10. Asemolata artinya hewan yang tidak memiliki rongga tubuh
  11. Pseudoselomata adalah hewan yng memiliki rongga tubuh semu, karena rongga tubuhnya hanya sebagian dibatasi oleh mesoderm (lihat gambar di bawah)
  12. Eksoskeleton adalah rangka luar
  13. Endoskeleton adalar rangka dalam
  14. Rangka hidrostatik artinya rangka tubuh yang dipertahankan oleh tekanan yang berasal dari cairan tubuhnya

INVERTEBRATA (Hewan Tidak Bertulang Belakang)
  • Invertebrata dikelompokan menjadi delapan filum, yaitu  Porifera, Coelenterata, Plathyhelminhtes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda dan Echinodermata.
  1. Phylum Porifera (Hewan berpori/spons)



  • Hewan multiseluler (metazoa) ,dengan tubuh berfori, belum membentuk jaringan, memiliki rangka dan saluran air.
  • Tubuhnya asimetri (tidak beraturan)
  • Struktur tubuh terdiri dari sel pinakosit (sebagai pelindung), sel koanosit yang berflagel (untuk menyerap makanan dan oksigen), sel amoebosit (mengedarkan makanan dan oksigen)
  • Hidup secara heterotrof dengan memperoleh makanan dari air yang masuk ke dalam tubuhnya melalui pori
  • Umumnya hidup di laut, melekat pada batu atau benda lainya.
  • Reproduksi secara seksual dengan pembentuksn tunas, gemmulae,dan regenerasi
  • Reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet
  • Mempunyai sistem sirkulasi air yang terdiri dari tiga tipe yaitu ascon, sycon  dan leucon
  1. Ascon : merupakan tipe saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran lurus yang langsung menuju ke spongosol (rongga dalam) 
  2. Sycon : merupakan tipe saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rangga yang berhubungan langsung dengan spongosol 
  3. Leucon :  merupakan tipe saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubunga langsung dengan spongosol.
  • Klasifikasi berdasarkan bahan penyusun rangka terbagi menjadi tiga kelas, yaitu Hexactinelida (spikula dari silikat),Demospongiae (spikula dari silikat dengan spongin atau spongin saja), dan Calcarea (spikula dari zat kapur) sumber http://fakhrunita.byethost14.com/porifera.htm
1. Hexactinellida (Hyalospongiae),   memiliki ciri-ciri:
  •  memiliki spikula yang terdiri dari silika
  •  ujung spikula ada 6 berbentuk bintang 
  •  tubuh biasanya berwarna pucat, dan berbentuk vas bunga atau mangkuk 
  •  saluran air tipe sikonoid
  •  hidup soliter di kedalaman 200-1000m
  •  contoh: Euplectella
 2. Demospongiae ,   memiliki ciri-ciri:
  •  rangka tersusun dari serabut spongin 
  •  tubuh berwarna cerah, karena ada pigmen di amoebosit 
  •  bentuk tidak beraturan dan bercabang-cabang 
  •  saluran air tipe leukonid
  •  contoh: Spongia, Hippospongia, Niphates digitalis
3. Calcarae (Calcispongiae)  memiliki ciri-ciri:
  •  rangka tersusun dari kalsium karbonat 
  •  tubuh berwarna pucat, berbentuk vas, dompet, kendi, atau silinder
  •  saluran air tipe askonoid, sikonoid, atau leukonoid
  •  hidup di laut dangkal
  •  contoh: Clathrina, Leucettusa lancifer
  • Peranan sebagai spons mandi atau alat gosok, dan berpotensi senagai obat kangker
2. Phylum Coelenterata (Hewan berongga)
  • Hewan metazoa dipoblastik yang tubuhnya sudah membentuk jaringan, dan memiliki rongga tubuh
  • Tubuhnya simetri radial
  • Berbentuk polip (nempel pada substrat) dan medusa (bergerak bebas) dengan tentakel berpenyengat
  • Memiliki rongga pencernaan (gastrosol), sistem saraf sederhana, dan tidak memiliki sistem eksresi
  • Hidup bebas secara heterotrof dengan menggunakan tentakel untuk meangkap mangsa
  • Habitat umumnya di laut
  • Reproduksi aseksual dengan pembentukan tunas oleh polip
  • Reproduksi seksual dengan pembentukan gamet oleh medusa (lihat gb . siklus hidup obelia)
  • Klasifikasi berdasarkan bentuk dominan dalam siklus hidup, dibedakan menjadi tiga kelas yaitu Hydrozoa , Scyphozoa dan Anthozoa (lihat gambar di bawah ini)
  • Peranan merupakan komponen utama pembentuk terumbu karang sebagai tempet hidup berbagai jenis hewan dan ganggang
 Kelas Hydrozoa (yunani, hydro =air, zoa =hewan)
  • Contoh hydrozoa adalah Obelia, Hydra dan Pysalia
  • Obelia hidup berkoloni di laut, berbentuk polip dan medusa
  • gambar siklus hidup obelia :

Keterangan siklus hidup obelia :
  • Polip Obelia (2n) bereproduksi aseksual dengan tunas yang tetap melekat pada induknya, sehingga membentuk koloni .
  • Di dalam koloni, polip ada 2 jenis, yaitu polip yang memiliki tentakel (untuk makan), dan polip yang tidak memiliki tentakel (untuk reproduksi membentuk medusa)
  • Medusa (2n), kemudian lepas dari polip dan tumbuh dewasa
  • Medusa dewasa menghasilkan sperma (n) dan telur (n), yang dilepaskan ke air
  • Terjadi fertilisasi eksternal di air yang menghasilkan zygot (2n)
  • Zygot berkembang menjadi larva bersilia yang disebut Planula
  • Planula menempel di dasar laut dan tumbuh jadi polip dewasa
Kelas Scyphozoa (yunani, scypho =mangkuk, zoa=hewan)
  • memiliki bentuk dominan berupa medusa , yang dikenal dengan ubur-ubur
  • Siklus hidup adalah :
Kelas Anthozoa (Yunani, anthos =bunga, zoa=hewan)


  • memiliki banyak tentakel yang berwarna-warni, seperti bunga
  • tidak memiliki bentuk medusa, hanya berbentuk polip
  • hidup di laut dangkal, soliter ataupun koloni
  • contoh: Tubastrea (koral atau karang), Urticina (anemon laut)
  • Rangka koral tersusun dari zat kapur, koloninya membentuk terumbu karang atau pulau karang


3. Phylum Platyhelminthes ( Cacing pipih)
  • Hewan triploblastik aselomata dengan tubuh simetri bilateral berbentuk pipih
  • Memiliki sistem saraf, sistem pencernan dengan satu lubang, tidak memil;iki sistem sirkulasi, respirsi dan eksresi
  • Hidup bebas di laut, air tawar, tempat lembab, atau parasit dalam tubuh hewan dan manusia
  • Reproduksi aseksual dengan fragmentasi yang diikuti regenersi
  • Bersifat hermafrodit, reproduksi seksual, secara sendiri atau silang
  • Terbagi menjadi tiga kelas ,yaitu Turbelaria (cacing berambut getar), Trematoda (c. isap) dan Cestoda (c, pita)
Kelas Turbelaria (cacing berambut getar)

  • Contoh Turbelaria adalah Dugesia, yang memiliki daya regenerasi yang sangat tinggi.
  • Regenerasi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menggantikan bagian tubuhnya yang rusak atau hilang. lihat gambar  :



Kelas Trematoda (c. isap)
  • Memiliki alat pengisap, bersifat parasit, contohnya Fasciola hepatica (Cacing hati)
  • Perhatikan gambar daur hidup cacing hati :
  • Skema pada gambar di atas adalah : Cacing dewasa pada hati bertelur---> telur keluar bersama tinja----> menetas menjadi mirasidium (larva 1)-----> masuk tubuh siput air tawar (lymnea) ----> sporokista ----> Redia (larva 2)-----> serkaria ----> ke luar dari siput -----> menempel pada tumbuhan atau rumput air ------> metaserkaria (cacing muda)------> termakan hewan ternak----> masuk kehati.
Kelas Cestoda (cacing pita)

  • Cacing pita bersifat parasit pada usus halus manusia
  • Inang perantaranya adalah sapi pada Taenia saginata dan babi pada Taenia solium
  • Untuk menghindari infeksi cacing tersebut adalah memasak dengan matang daging yang dimakan

4. Phylum Nemathelmynthes ( Cacing Benang)
  • Hewan tripoblastik pseudocelomata, tubuh simetri bilateral, berbentuk bulat panjang, dilapisi kutikula, memiliki sistem pencernaan lengkap, sistem sirkulsi oleh cairan pseudoselomata, tidak memiliki sistem respirsi dan eksresi
  • Hidup bebas atau parasit
  • Hidup di tanah becek,dasar perairan tawar atau laut bebas, parasit dalam tubuh manusia, hewan dan tumbuhan
  • Reproduksi secara seksual
  • Contoh : Cacing perut, , c.tambang, c. filaria, c. kermi, dan c.Trichinella


Ascaris lumbricoides (cacing perut)


  • Awasss..., cacing perut dapat bertelur 200 ribu perhari lho, jika ada 5 ekor saja, maka jumlahnya bisa mencapai 1 juta perhari, mengerikan....,  perhatikan gambar di atas  di dalam usus seorang anak terdapat setengah kg cacing . Selengkapnya klik dokter disini http://klikdokter.com/healthnewstopics/read/2010/05/07/150275/sumbatan-usus-anak-oleh-1-2-kg-cacing-gelang
  • Perhatikan siklus hidup Ascaris : Cacing dewasa hidup diusus halus dan bertelur--->telur keluar melalui feces manusia---> menempel pada tanaman-->termakan manusia--->usus halus (18 hari) --paru-paru menetas dan berkembang jadi cacing dewasa (10-14 hari)----> menembus alveoli, masuk bronkus, kerongkongan----> usus halus (dapat hidup 2-3 tahun)


Ancylostoma duodenale (cacing tambang

  • Hidup dipertambangan daerah tropis
  • Parasit  dengan menyerap darah dan cairan di usus halus manusia
  • Ukuran jantan 9mm dan betina 12 mm
  • Perhatikan siklus hidupnya :

Wuchereria brancrofti (cacing filaria/rambut)

  • Tempat hidup dalam pembuluh limfa
  • Menyebabkan penyakit kaki gajah (elefantiasis) yaitu pembengkakan tubuh, yang terjadi akibat akumulasi cairan limpa di dalam pembuluh limfa yang tersumbat oleh cacing filaria.
  • Cacing masuk ke tubuh ditularkan oleh gigitan nyamuk culex
  • Perhatikan skema daur hidupnya :

Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
  • ukuran 10-15 mm
  • Hudup di usus besar manusia
  • Infeksi cacing kremi terjadi secara autoinfeksi (menginfeksi dirinya sendiri, tanpa inang perantara)
  • Telur dapat tertelan , bila kita memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing,
  • Perhatikan skema siklus hidupnya :

Trichinella spiralis (cacing otot)
  • Hidup pada otot manusia
  • Menyebabkan penyakit trichinosis, (kerusakan otot)
5. Annelida (Cacing Gelang)
  • Hewan tripoblastik selomata, tubuh simetri bilateral bersegmen, memiliki otot, sistem pencernaan lengkap, sistem sirkulasi, sistem saraf tangga tali, dan sistem eksresi, tidk memiliki sistem respirasi, bersifat hermafrodit atau gonokoris
  • Hidup bebas di dasar laut, perairan tawar, tanah dan tempat-tempat lembab atau parasit pada tubuh vertebrata
  • Reproduksi secara aseksual dengan fragmentasi kemudian beregenerasi dan seksual dimana testis dan ovarium ada yang terdapat pada satu individu (hermafrodit), ada juga yang terpisah (gonokoris)
  • Terbagi menjadi tiga kelas Polychaeta. Oligochaeta, Hirudinea (lintah)
Kelas Polychaeta (Annelida berambut banyak)

  • Polychaeta pada setiap segmen tubuhnya memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia sebagai alat gerak, dan berfungsi juga sebagai insang untuk bernapas
  • ada tiap parapodia terdapat seta (rambut kaku)
  • Contoh : cacing palolo dan cacing wawo, yang dapat dikonsumsi oleh orang di kepulauan Maluku
Kelas Oligochaeta (Annelida berambut sedikit)

  • Cacing tanah makan dengan cara menelan tanah selama menggali, jadi organisme dan bahan organik yang ada dalam tanah akan dicerna, dan ada makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan melalui anus.
  • Sisa buangan ini akan di bawa ke permukaan tanah dan membentuk gundukan kecil yang disebut kascing, yang dapat menggemburkan dan menyuburkan tanah 

Kelas Hurudinea (lintah)

  • Hirudinea ada yang bersifat  ektoparasit di permukaan tubuh inangnya untuk mengisap darah dan ada yang hidup bebas dengan memakan invertebrata kecil, seperti sifut
  • contoh pacet dan lintah yang memiliki rahang seperti silet untuk merobek kulit inang , kemudian mengeluarkan zat anastesi, dan juga mgaluarkan hirudin, (anti anti penggumpalan), sehingga lintah mengisap darah sebanyak mungkin
  • Lintah dapat di gunakan untuk pengobatan penyakit mengeluarkandarah kotor dan bisul.
6. Mollusca (hewan lunak)
  • Hewan tripoblastik selomata dengan simetri bilateral, bertubuh lunak,
  • Hidup bebas di laut, air tawar atau darat
  • Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral,dan mantel, bercangkang,
  • Sistem pencernaan lengkap, sistem sirkulasi terbuka atau tertutup, sistem saraf terdiri dari ganglion dan serabur saraf, resfirasi dengan insang atau rongga mantel, eksresi dengan nefridia
  • Reproduksi seksual secara internal atau eksternal, dn bersift dioseus atau monoseus
  • Terbagi menjadi tiga kelas yaitu Gastropoda (kaki di perut), Pelecypoda (kaki pipih seperti kampak), Cephalopoda (kaki di kepala)
  • Peranan moluska yang menguntungkan sebagai bahan makanan, perhiasan, sedangkan yang merugikan merupakan hama tanaman (bekicot), dan perantara penyakit cacing hati (Lymnea)
Kelas Gastropoda (kaki di perut)
  • Gastrpoda (latin, gaster= perut, podos =kaki) adalah kelompok hewan yang menggunakan perut sebagai alat derak /kaki
  • Ex : siput air (Lymnea sp), bekicot (Achatina fulica)




Kelas Pelecypoda (kaki pipih seperti kampak)


  • memiliki dua buah cangkang pipih setangkup sehingga disebut bivalvia
  • Cangkang tersusun dari lapisan perioatakum,prismatik, nakreas
  • Pada tiram mutiara, jika diantara mantel dan cangkangnya masuk benda asing seperti pasir, lama kelamaan akan terbentuk mutiara. Mutiara terbentuk karena benda asing terbungkus oleh hasil sekresi lapisan cangkang nakreas
  • Memiliki insang berbentuk lembaran yang disebut lamellibranchiata

Kelas Cephalopoda (kaki di kepala)








  • memiliki kantong tinta, yang berisi cairan seperti tinta berwarna hitam, untuk melindungi diri musuh, caranya jika terancam oleh musuh maka cairan tinta akan dikeluarkan melalui anus yang terletak di kepala
  • makanan berupa kepiting, ikan atau invertebrata lainnya
  • contoh : cumi-cumi (loligi sp), gurita (Octopus sp), sotong (Sepia officinalis)

7.  Filum Arthropoda ( hewan kaki beruas)
  • Hewan tripoblastik selomata, simetri bilateral, memiliki kaki dan tubuh beruas
  • Hidup deberbagai habitat secara bebas, parasit, komensal atau simbiotik
  • Tubuh terdiri dari caput (kepala), toraks (dada),dan abdomen (perut), berangka luar(eksoskeleton), jumlah anggota tubuh beragam
  • Sistem indra berkemang baik, sistem saraf tangga tali, sistem pencernaan lengkap, eksresi menggunakan tubula malphigi atau dibantu kelenjar eksresi tertentu, respirasi dngan insang, paru-paru buku atau trakea, sistem sirkulasi terbuka artinya darah tidak selalu mengalir di dalam pembuluh darah 
  • Bersifat deoseus, reproduksi seksual secara internal
  • Mengalami eksdisis atau molting yaitu tahap pengelupasan eksoskeleton, sebagian bermetamorfosis
  • Reproduksi secara aseksual ada yang mengalami partenogenesis yaitu pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi (pembuahan) dan individu yang dihasilkan bersifat steril terjadi pada lebah madu jantan, tawon dan semut, dan seksual dengan pembentukan gamet
  • Terbagi menjadi empat kelas berdsarkan srtuktur tubuh dan kaki, yaitu Arachnoidea, Myriapoda, Crustacea, dan Insecta
1. Kelas Arachnoidea (laba-laba)
  • Arachnoidea terbagi menjadi tiga ordo yaitu Arachnida, Scorpionida dan Acarina

Arachnida
Scorpionida
Acarina
  • Scorpionida memiliki alat penyengat beracun pada segmen terakhir, contoh kalajengking (Uroctonus mondax)
  • Arachnida , contoh laba-laba serigala (Pardosa amenata), memiliki ciri-ciri tubuh terdiri dari sepalotoraks (kepala-dada menyatu) dan abdomen abdomen yang tidak bersegmen, memiliki sepasang  kalisera (alat sengat), sepasang pedipalpus (capit).Pada bagian posterior abdomen terdapat spinered yaitu organ berbentuk kerucut dan dapat berputar bebas. Dalam spinered terdapat spigot merupakan lubang pengeluaran kelenjar benang halus yang mensekresikan cairan yang mengandung protein elastik, yang akan mengeras di udara membentuk benang halus untuk menjebak mangsa (sarang laba-laba). respirasi dengan paru-paru buku (trakea), eksresi dengan tubula malpighi ataupun dengan kelenjar koksal.
  • Acarina memiliki tubuh yang sangat kecil, contoh caplak (tungau)
Kelas Myriapoda (berkaki banyak)

  • Myriopoda terbagi menjadi dua ordo yaitu Chilopoda dan Diplopoda
  • Contoh chilopoda adalah kelabang (Csutigera sp).Pada tiap segmen tubuhnya terdapat sepasang kaki dan spirakel (liubang respirasi). pasangan pertama kaki termodifikasi menjadi alat penyengat beracun.
  • Diplopoda atau kaki seribu atau keluwing, bersifat herbivora dan pemakan sisa organisme, tiap segmen tubuh memiliki dua pasang kaki dan dua pasang spirakel, tidak memili,alat penyengat, bila diganggu tubuhnya akan menggulung.
Kelas Crustacea,

  • Crustaceae (Latin,crusta = kulit); memiliki kulit (eksoskeleton) yang keras
  • Terbagi menjadi dua subkelas yaitu Entomostraca dan Malacostraca
  • Entomostraca merupakan crustacea mikroskopis, contoh daphnia
  • Malacostraca, contohnya udang dan kepiting
Kelas Insecta (serangga)
  • Disebut Hexapoda (kaki berjumlah enam buah)
  • Tubuh terdiri dari bagian kaput(kepala), toraks (dada) , perut (abdomen)
  • Pada caput terda[pat sepasang antena, mata majemuk (mata faset/ mata majemuk) yaitu mata yang terdiri dari banyak inti fokus) dan mata tunggal (oseli)
  • Serangga mengalami metamorfosis, yaitu perubahan bentuk dan ukuran tubuh saat berkembang dari muda menjadi dewasa. Ada dua macam metamorfosis, yaitu

  1. metamorfosis sempurna (holometabola)
  2. metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola)
  • Metamorfosis sempurna adalah perkembangan insecta dimana setiap tahap menunjukan perubahan bentuk yang sangat berbeda (4 tahap pertumbuhan), yaitu telur-larva-pupa dan dewasa. Terjadi pada kupu-kupu dan nyamuk


  • Metamorfosis tidak sempiurna adalah tahap perkembangan insecta dimana insecta muda yang menetas mirip dengan induknya, hanya ada organ yang belum  muncul seperti sayap (3 tahap pertumbuhan), yaitu telur- nimfa-dewasa. Terjadi pada belalang, kecoak, jangkrik, capung



8.  Filum Echinodermata (Hewan berkulit duri)
  • Hewan tripoblastik selomata, simetri bilateral, permukaan tubuh berduri,
  • Habitat hidup bebas di dasar laut
  • Duri tumpul atau runcing, memiliki sistem ambulakral,saraf sistem sarap berupa cincin  sarap yg bercabang, sistem pencernaan lengkap.tidak memiliki sistem eksresi, resfirai dengan insang pada rongga tubuh, sistem sirkulasi dengan cairan rongga tubuh
  • Bersifat dioseus, reproduksi seksual secara eksternal, dpat beregenersi
  • Terbagi menjadi lima kelas yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea dan Crinoidea
9. Filum Chordata terbagi menjadi tiga subfilum yaitu
  1. Subfilum Urochordata (Tunikata), yaitu tidak memiliki notokord, tali saraf dan ekor saat dewasa, hidup di dasar laut
  2. Subfilum Cephalochordata (Lancelet), memiliki notokord di bagian kepala, teli saraf, ekor dan celah faring
  3. Subfilum vertebrata,  penyokong tubuh (notokord)  di tulang belakang
  • Vertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki vertebrae memanjang pada bagian dorsal dari kepala hingga ekor
  • Tubuh terdiri atas kepala, badan, dua pasang anggota badan,kulit tersusun atas epidermis dan dermis, endoskeleton terdiri atas tulang atau tulang rawan, memiliki sistem pencernaan
  • alat eksresi ginjal, respirasi dengan kulit dan paru-paru,sistem peredaran darah tertutup
  • Hidup diberbagai habitat, di darat maupun diperairan
  • Berdasarkan ada tidaknya rahang terbagi menjadi dua superkelas, yaitu Agnatha dan Gnatostomata
  • Gnataostomata terbagi menjadi 5 kelas, yaitu pisces (ikan), Amphibia, Reptilia, Aves dan Mamalia
  1. Agnatha (tidak memiliki rahang) dengan ciri berbadan panjang dan ramping (seperti belut), contoh Lamprey dan Hagfish
  2. Gnathostomata (memiliki rahang bersendi yang dapat digerakan ke atas ke bawah, terbagi menjadi enam kelas yaitu :
  • 1. Chondrichthyes (ikan bertulang rawan), ex : Hiu dan Pari

  • 2. Osteichthyes (ikan bertulang keras),  memiliki ciri :sisik sikloid dan stenoid,operculum,gelembung renang, poikiloterm, respirasi dengan insang, peredaran darah tertutup, jantung 2 ruang, ex :kuda laut, ikan nila, ikan gabus dll
  • 3. Amphibia (hidup di dua tempat di darat dan di air), memiliki ciri fase larva di air (insang), fase dewasa di darat (paru dan kulit), permukaan kulit basah oleh lendir, poikiloterm, fertilisasi eksternal, jantung 3 ruang, terbagi menjadi 3 ordo yaitu Anura (katak, kodok), Urodella (salamander), Apoda (Caicilia)
  • 4. Reptilia (hewan melata), memiliki ciri : tubuh terbuat dari sisik yang terbuat dari zat tanduk, respirasi dengan paru-paru,poikiloterm, mengalami pergantian kulit (kornifikasi),jantung terdiri dari 4 ruang dengan sekat yang belum sempurna, fertilisasi internal,telur dilapisi oleh cangkang, terbagi menjadi 3 ordo yaitu Crocodilia (buaya dan aligator), squamata (kadal dan ular), Testudinata (kura-kura dan penyu)

  • 5. Aves ( burung), memiliki ciri : tubuh dilindungi oleh bulu, punya sepasang sayap , paruh, Homoioterm, ovivar, respirasi paru-paru dan kantung udara, jantung terdiri 4 ruang sempurna, ex : elang, penguin, bebek dll
  • 6. Mamalia (hewan menyusui), memiliki ciri, permukaan tubuh ditutupi oleh rambut, memiliki glandula mamae (kelenjar susu), vivivar, jantung 4 ruang (sekat sempurna), homoiterm, 4 anggota gerak, respirasi paru-paru, memiliki gigi.
- Terdiri atas 3 sub kelas :

  1. Prototheria: Ordo Monotremata (Bertelur)
      Ex: Plathypus (Ornithorhynchus sp), Echidna (Tachyglossus sp)
  2. Metatheria
      Ordo: Marsupialia (Hewan Berkantung)
      OPASUM, KANGURU, TASMANIA
  3.  Eutheria (Mamalia Berplasenta)
      carnivora, rodentia, cetacean, chiroptera

Keterangan :

Hewan berdarah dingin atau disebut juga Poikiloterm adalah hewan yang suhu tubuhnya kira-kira sama dengan suhu lingkungan sekitarnya [1]. Poikiloterm suhu tubuhnya dipengaruhi oleh lingkungan. Suhu tubuh bagian dalam lebih tinggi dibandingkan dengan suhu tubuh luar. Yang termasuk dalam Poikiloterm adalah bangsa IkanReptil, dan Amfibi.[2


Homoiterm adalah hewan berdarah panas. Pada hewan homoiterm suhunya lebih stabil, hal ini dikarenakan adanya reseptor dalam otaknya sehingga dapat mengatur suhu tubuh. Hewan homoiterm dapat melakukan aktivitas pada suhu lingkungan yang berbeda akibat dari kemampuan mengatur suhu tubuh. Hewan homoiterm mempunyai variasi temperatur normal yang dipengaruhi oleh faktor umur, faktor kelamin, faktor lingkungan, faktor panjang waktu siang dan malam, faktor makanan yang dikonsumsi, dan faktor jenuh pencernaan air[1] [2]Hewan berdarah panas adalah hewan yang dapat menjaga suhu tubuhnya, pada suhu-suhu tertentu yang konstan biasanya lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya. Sebagian panas hilang melalui proses radiasi, berkeringat yang menyejukkan badan. Melalui evaporasi berfungsi menjaga suhu tubuh agar tetap konstan. 
contoh : burung dan mamalia


Daftar rujukan gambar
http://en.wikipedia.org/
http://fitrianapipite.blogspot.com/

 

Like

Read It

Terpujilah, wahai engkau, ibu bapak guru..., namamu akan selalu hidup dalam sanubariku..., untaian lirik lagu Hymne Guru itu selalu menginspirasiku untuk menjadi seorang pendidik. Akhirnya panggilan jiwaku adalah seorang guru, guru biologi itulah pekerjaanku saat ini.